Hello, udah lama nggak kasih info review jurnal nih. Nah, sekarang, saya akan mencoba untuk memaparkan kembali mengenai judul di atas karya dari Muhammad Nida' Fadlan serta Rangga Eka Saputra yang mana diterbitkan pada jurnal Studia islamika.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan peristiwa luar biasa terjadi pada bidang sosial, agama dan politik di Asia Tenggara. Kawasan ini diyakini sebagai salah satu daerah paling hibrid di dunia. Di satu sisi, kita melihat perkembangan demokrasi dan masyarakat sipil di sebagian besar negara Asia Tenggara. Di sisi lain, kita juga melihat ekstremisme religius, terorisme, konflik etno-religius, dan kekerasan berbasis agama lainnya yang telah mengganggu stabilitas kawasan ini. Konflik Marawi di Filipina, kasus Rohingya di Myanmar, serta beberapa kasus kekerasan terhadap minoritas di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya merupakan bukti nyata bahwa masalah ini menimbulkan ancaman terhadap stabilitas masyarakat majemuk ini di wilayah ini.
Untuk alasan di atas, Pusat Studi Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta menyelenggarakan Konferensi Internasional Studia Islamika ke-2 tahun 2017 dengan tema utama "Islam Asia Tenggara: Radikalisme Keagamaan, Demokrasi dan Tren Global "pada 8-10 Agustus 2017 di Jakarta, Indonesia. Konferensi ini merupakan kelanjutan dari konferensi pertama yang diadakan pada 2014.
Untuk alasan di atas, Pusat Studi Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta menyelenggarakan Konferensi Internasional Studia Islamika ke-2 tahun 2017 dengan tema utama "Islam Asia Tenggara: Radikalisme Keagamaan, Demokrasi dan Tren Global "pada 8-10 Agustus 2017 di Jakarta, Indonesia. Konferensi ini merupakan kelanjutan dari konferensi pertama yang diadakan pada 2014.
untuk lebih lengkapnya cek link ini ya:

No comments:
Post a Comment