Pada hari Kamis, 14 Desember 2017 lalu, Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta baru aja menggelar acara Harun Nasution Memorial Lecture di Auditorium Utama. Mungkin kalau kita lebih sering denger dengan In Memoriam gitu lah. Acara ini menghadirkan dua sosok guru besar UIN Jakarta, yaitu Prof. Dr. Yunan Yusuf dan Prof. Dr. Suwito yang merupakan dua dari banyak mahasiswa yang pernah dididik Pak Harun.
Dalam paparannya, Pak Yunan menuturkan, Pak Harun merupakan sosok intelektual yang sangat disiplin dan rasionalis. Sebagai intelektual bercorak rasionalis, sambungnya, Harun memosisikan Islam tidak hanya dilihat dari satu aspek atau terpaku pada satu madzhab. Cara pandang demikian setidaknya terefleksi pada salah satu karya penting almarhum Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspek. Buku setebal dua jilid dan telah diterbitkan berulangkali ini menyajikan Islam sebagai agama yang mencakup banyak sisi, yakni teologis, historis, politik, kebudayaan dan lain-lain.
Selain itu, Pak Suwito menyampaikan penilaian bahwa Harun Nasution merupakan figur yang memiliki komitmen dalam pendidikan dan pengajaran. Menurutnya, Harun adalah sosok intelektual yang lebih memprioritaskan mengajar mahasiswa dibanding hadir dalam rapat-rapat birokrasi.
Sedikit info nih guys, Pak Harun Nasution itu lahir di Pematangsiantar, 1 Januari 1919 dan wafat di Jakarta 18 September 1998. Almarhum yang pernah memimpin UIN Jakarta (dulu, IAIN Jakarta) sepanjang 1973-1984 pernah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar dan American University of Cairo dan Universitas McGill, Kanada.
Info selengkapnya di :

Tadinya ga tau pak harun nasution itu siapa, cuma ngeh namanya karna audit UIN aja. Tapi sekarang jadi tau deh beliau siapa. thanks for info
ReplyDelete